Error
  • Cannot retrive forecast data in module "mod_sp_weather".

kinerja

Kinerja

Berdasarkan tugas pokok dan fungsi balai proteksi tanaman perkebunan, maka pelaksanaan kegiatan ini difasilitasi oleh APBD dan APBN.

pelaksanaan kegiatan yang bersumber APBD meliputi 3 Program yaitu :   

1. Program Penendidikan Kemasyarakatan

Program ini meliputi kegiatan pembekalan pengendalian OPT bagi petani tanaman perkebunan. Adapunwujud kegiatanya adalah pembekalan pengendalian OPT bagi para petani.

2. Program pengembangan Agribisnis

Program ini meliputi Kegiatan Pembinaan dan Pengelolaan Budidaya Bahan Baku Tembakau dan cengkeh (DBHCHT) dan Kegiatan Peningkatan Pengembangan Produksi Sarana Pengendalian OPT. Wujud kegiatan ini adalah Demplot pengendalian OPT Tembakau didaerah sentra pengembangan tembakau dikabupaten seJawa Tengah, adapun wujud kegiatan Peningkatan Produksi Sarana Pengendalian OPT adalah perbanyakan APH dan Pesnab.

3. Program Ketahanan Pangan

Program iani meliputi pengendalian OPT pada komoditas pangan yaitu : tebu, kelapa, kopi, kakao. Wujud kegiatan ini adalah sosialiasasi dan pengendalian OPT komoditas pangana. Adapun program Dukungan Perlindungan Perkebunan dilaksanakan melalui APBN terdiri dari: DK05 meliputi Kegiatan Pemberdayaan Perangkat (Laboratorium Lapangan (LL) dan Kegiatan Sub Lab Hayati), sedangkan TP05 meliputi Kegiatan Pengendalian OPT, Sekolah Lapang PHT, Pembedayagunaan Pengamat OPT dan antisipasi Dampak Perubahan Iklim.

1. Pemberdayaan Perangkat

Pemberdayaan perangkat terdiri dari dari kegiatan laboratorium lapangan (LL) dan Sub Lab Hayati. Wujud kegiatan adalah pengembangan APH dan aplikasi lapangan.

2. Pengendalian OPT

Pengendalian OPT Tanaman Perkebunan terdiri dari komoditas tebu dan kelapa. Jenis utama OPT pada komoditas tebu adalah penggerek batang/pucuk, uret dan tikus. Sedangkan OPT kelapa adalah hama wangwung (Oryctes rhinoceros). Wujud kegiatan adalah sosialisasi dan pengendlian OPT yang dilakukan diareal petani perkebunan yang tergabung dalam komoditas tersebut.

3. Sekolah Lapang PHT

Sekolah lapangan pengendalian hama terpadu merupakan kegiatan petani dengan Pemandu Lapangan(PL) yang dilaksanakan secara mingguan selama 16x pertemuan. Kesepakatan waktu pembelajaran SL-PHT ini disepakati dan ditetapkan bersama. Adapun wujud kegiatan ini adalah pertemuan berkala dan praktek   pengendalian OPT dilokasi yang berdekatan dengan kebun contoh milik petani.

4. Pemberdayaan Pengamat

Kegiatan ini bersifat stimulir bagi petugas OPT sejawa tengah yang tugasnya mengamati, mencatat dan melaporkan hasil pengamatan serangan OPT kepada Direktur perlindungan Perkebunan. wujud kegiatan ini adalah pemberian intensif bulanan kepada para petugas pengamat OPT dikabupaten se Jawa Tengah.

5. Antisipasi Dampak Perubahan Iklim

kegiatan ini meliputi sub Kegiatan Pengembangan Model Perkebunan Rendah Emisi Karbon. Tujuan kegiatan ini mengurangi emisi gas rumah kaca pada sub sektor perkebunan, meningkatkan kesuburan tanah dengan pemanfaatan bahan organik dari limbah ternak dan limbah kebun sebagai pupuk. wujud kegiatan ini adalah terintegrasinya bahan tanaman tanaman tumpang sari (tanaman penaung), ternak kambing dan mesin pengolah (APPO).

A. Pelaksanaan APBD (2011-2014)

1. Program Pendidikan Kemasyarakatan

Pelaksanaan Kegiatan ini adalah sosialisasi dan pembekalan pengendalian OPT bagi petani perkebunan. Realisasi kegiatan ini adalah terselenggaranya kegiatan pembekalan pengendalian OPT bagi petani di kelompok tani selama 3(tiga) hari, melalui : Penyampaian materi tentang pengendalian OPT dan peragaan pengendalian OPT dikebun percontohan milik petani. Nara sumber materi pengendalian meliputi petugas/ pejabat dari Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Provinsi dan Dinas Kabupaten yang membidangi perkebunan. Adapun perkembangan kegiatan ini sebagai berikut :

TAHUN

KABUPATEN

PETANI

KOMODITI

BIAYA (Rp)

2011

12

540

Kakao,Kopi,Kelapa,Tebu

350.000.000

2012

15

270

Kakao,Kopi,Kelapa,Tebu

385.689.000

2013

14

525

Kakao,Kopi,Kelapa,Tebu

1.000.000.000

2014

13

525

Kakao,Kopi,Kelapa,Tebu

766.263.500

2. Program Pengembangan Agribisnis

Program ini meliputi kegiatan pembinaan dan pengelolaan budidaya bahan baku tembakau dan cengkeh ( DBHCHT), Realisasi kegiatan ini adalah terlaksananya kegiatan pengendalian OPT didaerah sentra pengembangan tembakau di Kabupaten se Jawa Tengah, adapun pelaksanaan kegiatan ini meliputi pengendalian OPT yang diawali pertemuan dengan petani, dengan luas lahan pengendalian berdasarkan luas serangan OPT.
Kegiatan ini juga menyediakaan sarana pengendalian OPT meliputi APH dan Pesnab yang bertujuan untuk mendukung kegiatan pendapatan asli daerah (PAD), sesuai target yang dibebankan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah. Adapun perkembangan kegiatan ini :

TAHUN

KABUPATEN

PETANI

LUAS (ha)

BIAYA (Rp)

2011

18

720

400

2.100.000.000

2012

11

385

250

1.000.000.000

2013

12

460

960

1.250.000.000

2014

6

240

400

2.000.000.000

3. Program Ketahanan Pangan

Sasaran Prograam ini adalah pengendalian OPT pada komoditas pangan yaitu: tebu, kelapa, kopi, kakao. Realisasi peloaksanaan kegiatan ini adalah terlaksanya sosialisasi dan pengendalian OPT komoditas pangan. Adapun luas areal pengendalian OPT komoditas pangan. Adapun Luas areal pengendalian OPT ditetaapkan berdasar luas serangan OPT pada komoditas yang bersangkutan. Sedangkan petani yang terlibat dalam kegiatan ini ditetapkan berdasarkan daftar calon petani yang diusulkan Dinas Kabupaten yang membidangi perkebunan  , adapun perkembangan kegiatan ini sebagai berikut :

TAHUN

KABUPATEN

PETANI

KOMODITI  (ha)

BIAYA (Rp)

2011

6

240

Tebu dan kelapa.

45

300.000.000

2012

9

270

Tebu dan kelapa.

45

400.000.000

2013

14

420

Kopi, Kakao, Tebu, dan Kelapa

255

450.000.000

2014

9

255

Kopi, Kakao, Tebu, dan Kelapa

162

300.000.000,

B. Pelaksanaan APBN (2011-2014)

Pelaksanaan program Dukungan Perlindungan Perkebunan melaui APBN terdiri dari : DK 05 meliputi kegiatan pemberdayaan perangkat ( Laboratorium Lapangan (LL) dan kegiatan Sub Lab Hayati ), sedangkan TP 05 meliputi kegaiatan pengendalian OPT, sekolah lapangan PHT, pemberdayaan pengamat OPT dan antisipasi dampak perubahan iklim. Adapun realisasi kegiatan masing-masing kegiatan selama 5 tahun, meliputi :

1. Pemberdayaan Perangkat

kegiatan ini meliputi Laboratorium Lapangan (LL) dan Sub Lab Hayati dalam bentuk pengembangan APH dan aplikasi dilokasi kabupaten terpilih serta pembinaan yang dilakasakan sesuai jadwal waktu dan anggaran yang tersedia.

2. pengendalian OPT

Terdiri dari komoditas tebu dan kelapa. pada OPT tebu telah dilaksanakan pengendalian penggerek batang/pucuk, uret, dan tikus. Sedangkan OPT Kelapa adalah hama wangwung (Oryctes rhinoceros) yang dilakukan di arel petani sesuai daftar calon petani dan calon lahan yang telah diusulkan. Adapun perkembangan pengendalian OPT dijawatengah selama 3 tahun sebagai berikut :

TAHUN

KABUPATEN

PETANI

KOMODITI

LUAS (ha)

2012

5

460

Kelapa, cengkeh dan tebu

380

2013

12

1.125

Cengkeh, tebu, tembakau, kapas dan kelapa

1.350

2014

26

2.676

Cengkeh, kakao, tebu dan kelapa

2.712

3. Sekolah lapang PHT

Pelaksanaan Sekolah Lapang - Perlinduungan Hama Terpadu (SL-PHT) sesuai pedoman Direktorat Perlindungan Perkebunan - Direktorat Jendral Perkebunan dilaksanaka  oleh Pemandu Lapang (PL) secara mingguan selama 16 kali pertemuan di lokasi didekat kebun contoh milik petani peserta SL-PHT. Kesepakatan waktu dan materi (kurikulum) pembelajaran SL-PHT telah disepakati dan ditetapkan bersama. Adapun perkembangan SL-PHT, sebagai berikut :

TAHUN

KABUPATEN

PETANI

JUMLAH KELOMPOK

KET

2012

2

100

4

 

2013

9

500

20

 

2014

14

650

26

 

4.Pemberdayaan Pengamat

Pelaksanaan kegiatan ini bersifat stimulir bagi petugas OPT dikabupaten se jawa tengah yang tugasnya mengamati, mencatat dan melaporkan hasil pengamatan serangan OPT kepada Direktur Perlindungan Perkebunan melalui Balai Proteksi Tanaman perkebunan. Adapun realisasi kegiatan ini adalah pemberian intensif bulanan kepada petugas pengamat OPT di Kabupaten se Jawa Tengah.

5. Antisipasi Dampak Perubahan Iklim

pengembangan model perkebunan rendah emisi karbon adalah mengurangi emisi gas rumah kaca pada sub sector perkebunan, meningkatkan kesuburan tanah dengan pemanfaatan bahan organik daari limbah ternak dan limbah kebun sebagai pupuk. Adapun bentuk bantuan fisik kegiatan ini meliputi bahan tanaman tumpang sari (tanaman penaung) ternak kambing dan mesin pengolah (APPO)


C. Pendapatan

Rekapitulasi PAD Balai Proteksi Tanaman Perkebunan selama 5 tahun dari tahun 2010-2014 dapat dilihat dari tabel berikut :

 

 

Uraian

Tahun 2010 (Rp. 000)

Tahun 2011 (Rp. 000)

Tahun 2012 (Rp. 000)

Tahun 2013 (Rp. 000)

Tahun 2014 (Rp.000)

 

Target

Realisasi

Target

Realisasi

Target

Realisasi

Target

Realisasi

Target

Realisasi

 

Sewa Rumah Dinas

 

4.056

 

4.056

 

14.040

 

14.040

 

14.040

 

14.040

 

14.040

 

14.040

 

14.040

 

14.040

 

14Sewa Gedung Ruangan

/Aula

 

40.200

 

40.200

 

54.300

 

54.300

 

56.499

 

56.499

 

58.200

 

60.150

 

55.450

 

51.755

 

Penjua-lan

APH

 

11.000

 

11.000

 

290.250

 

290.250

 

243.000

 

243.000

 

292.500

 

293.165

 

272.500

 

272.875

 

Sewa Lapangan Tenis

 

2.000

 

2.000

 

4.000

 

4.000

 

4.000

 

4.000

 

6.000

 

6.000

 

5.400

 

5.400

 

Total

 

 

57.256

 

57.256

 

362.590

 

362.590

 

317.539

 

317.539

 

370.740

 

373.355

 

347.390

 

344.070

 

 

      Berdasarkan data perkembangan PAD diatas maka realisasi setoran Balai Proteksi Tanaman Perkebunan mengalami fluktuasi yaitu tahun 2013 naik, sedangkan tahun 2014 mengalami penurunan. Hal ini disebabkan sewa gedung pertemuan mengalami persaingan yang significan.